PGIW Sulselra Dorong Perawatan Kemerdekaan melalui Kerukunan dan Persaudaraan melalui Podcast "FKUB SULSEL MENYAPA"
Oleh Administrator
73 kali dibaca
#Podcast FKUB Menyapa
#PGIW SULSELRA
#Persaudaraan
#Kerukunan
PGIW Sulselra Dorong Perawatan Kemerdekaan melalui Kerukunan dan Persaudaraan melalui Podcast "FKUB SULSEL MENYAPA"
Makassar, 18 Agustus 2026 — Ketua PGIW Sulawesi Selatan dan Tenggara, Pdt. Yohanis Metris, M.Th., menegaskan bahwa kemerdekaan Indonesia bukan hanya warisan sejarah, tetapi juga anugerah Tuhan sekaligus tanggung jawab moral seluruh warga negara.
Hal tersebut disampaikan Pdt. Yohanis Metris dalam Podcast Kerukunan “FKUB Sulsel Menyapa” yang mengangkat tema “Perspektif Lintas Agama: Mengapa Kemerdekaan Harus Dirawat Bersama?” yang dilaksanakan di Kantor FKUB Sulawesi Selatan, Selasa, 18 Agustus 2026.
Dalam perspektif iman Kristen, kemerdekaan tidak hanya dimaknai sebagai terbebas dari penjajahan dan penindasan, tetapi juga sebagai kesempatan bagi setiap manusia untuk hidup bermartabat, menjalankan iman dan keyakinannya, serta memberikan kontribusi bagi bangsa dan negara. Karena itu, kemerdekaan harus melahirkan tanggung jawab untuk mengasihi sesama, memperjuangkan keadilan, melayani, dan menghormati mereka yang berbeda agama dan keyakinan.
Menurut Pdt. Yohanis, seluruh umat beragama memiliki panggilan yang sama untuk menghadirkan kedamaian, keadilan, persaudaraan, dan kesejahteraan dalam ruang bersama sebagai warga negara Indonesia. Perbedaan dalam ajaran dan tata cara ibadah tidak seharusnya menjadi penghalang untuk membangun kehidupan bersama.
Ia juga mengingatkan bahwa tantangan terhadap kemerdekaan pada masa kini tidak selalu hadir dalam bentuk penjajahan sebagaimana masa lalu. Intoleransi, diskriminasi, ujaran kebencian, hoaks, fanatisme berlebihan, serta sikap merendahkan kelompok lain—termasuk yang berkembang melalui media digital—dapat mengancam persatuan dan kehidupan bersama. Karena itu, masyarakat perlu membangun budaya dialog, memeriksa informasi, menghargai perbedaan, dan tidak mudah terprovokasi.
Bagi PGIW Sulselra, kerukunan umat beragama merupakan modal sosial penting bagi keberlangsungan bangsa Indonesia. Kerukunan tidak berarti semua orang harus memiliki keyakinan yang sama, tetapi bagaimana setiap orang dapat teguh dalam keyakinannya sekaligus menghormati perbedaan.
Dalam konteks Sulawesi Selatan dan Tenggara, Pdt. Yohanis berharap komunikasi dan kerja sama lintas agama terus diperkuat, bukan hanya ketika terjadi persoalan, tetapi juga dalam suasana yang baik. Kegiatan sosial bersama, dialog lintas agama, pelayanan kemanusiaan, gotong royong, serta berbagai ruang perjumpaan masyarakat perlu terus dikembangkan. Generasi muda juga diharapkan menjadi duta perdamaian dan kerukunan, termasuk dengan menjadikan media sosial sebagai ruang untuk menyebarkan kebaikan, persaudaraan, dan pesan perdamaian.
Menutup dialog tersebut, Pdt. Yohanis Metris menyampaikan pesan yang menjadi refleksi penting bagi seluruh masyarakat:
“Mari kita rawat kemerdekaan dengan merawat persaudaraan.”
Ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus membangun komunikasi, saling menghormati, saling menolong, dan bekerja bersama demi kebaikan masyarakat. Kemerdekaan akan semakin bermakna ketika setiap orang dapat hidup dalam suasana yang damai, aman, dan bermartabat.
PGIW Sulselra berkomitmen untuk terus mengambil bagian dalam merawat persaudaraan, memperkuat kerukunan lintas agama, dan membangun Indonesia sebagai rumah bersama yang damai, rukun, dan penuh persaudaraan.
Berbeda keyakinan, tetap bersaudara.
Beragam dalam identitas, bersatu dalam Indonesia.
Foto tambahan