PGIW Sulselra hadir dalam Rakornas PGIW di Manado tanggal 20-23 Agustus 2026. Ketua PGIW Sulselra memberi paparan dalam Sharing Wilayah.
Oleh Administrator
144 kali dibaca
PGIW Sulselra hadir dalam Rakornas PGIW di Manado tanggal 20-23 Agustus 2026. Ketua PGIW Sulselra memberi paparan dalam Sharing Wilayah.
PEMAPARAN PGIW SULSELRA
Implementasi Program dalam Mewujudkan Ecclesia Domestica yang Memulihkan Kehidupan
1. Pengantar PGIW Sulselra melihat bahwa gereja tidak hanya dipanggil membangun kehidupan internal gereja, tetapi juga menghadirkan terang Kristus di tengah keluarga, masyarakat, bangsa dan lingkungan. Karena itu, berbagai program yang telah dirancang PGIW Sulselra diarahkan untuk menjawab persoalan nyata yang dihadapi keluarga dan masyarakat.
2. Program yang sudah dilakukan dan relevansinya
a. Pembinaan keluarga Melalui program Seminar/Konsultasi Publik Ketahanan Keluarga, PGIW Sulselra berupaya memperkuat keluarga sebagai basis utama kehidupan iman dan pembentukan karakter.
Ini sejalan dengan gagasan Ecclesia Domestica: keluarga bukan sekadar tempat tinggal bersama, tetapi tempat pertama di mana iman, kasih, tanggung jawab, keadilan dan kepedulian dibentuk.
b. Pembinaan spiritualitas pelayan PGIW Sulselra juga memberi perhatian pada pembinaan spiritualitas para pelayan gereja. Hal ini penting karena keluarga dan jemaat membutuhkan pelayan yang bukan hanya memiliki kemampuan organisatoris, tetapi memiliki kedalaman spiritualitas dan keteladanan hidup.
c. Gerakan Cinta Alkitab dan pemuridan Program Gerakan Cinta Alkitab dan pelatihan pemuridan menjadi salah satu upaya PGIW untuk mengembalikan keluarga dan warga gereja kepada Firman Tuhan.
Harapannya, Alkitab tidak berhenti menjadi bahan khotbah di gereja, tetapi menjadi pedoman kehidupan sehari-hari dalam keluarga.
d. Pemuda dan lintas iman Melalui program Live In Pemuda Lintas Iman, PGIW Sulselra mendorong generasi muda untuk mengalami kehidupan bersama dalam keberagaman.
Ini merupakan bentuk nyata bahwa identitas Kristen bukan identitas privat. Iman mempunyai konsekuensi publik: membangun persaudaraan, toleransi, perdamaian dan kehidupan bersama.
e. Pemberdayaan masyarakat Program-program PGIW dalam bidang pelatihan, pendidikan, ekonomi dan pemberdayaan masyarakat menunjukkan bahwa gereja berusaha menjawab kebutuhan konkret masyarakat.
Dengan demikian, pelayanan gereja tidak hanya berbicara tentang keselamatan secara spiritual, tetapi juga menyentuh kehidupan sosial dan ekonomi masyarakat.
f. Kepedulian terhadap lingkungan dan budaya Program yang berkaitan dengan ketahanan sosial budaya, pelestarian lingkungan dan pengembangan ekowisata merupakan bagian dari panggilan gereja untuk merawat ciptaan.
3. Refleksi terhadap materi Ecclesia Domestica
Dari pemaparan Ecclesia Domestica, kita kemudian bertanya:
Apakah program-program gereja kita sudah sungguh-sungguh menjadikan keluarga sebagai basis transformasi?
Sebab persoalan bangsa sebenarnya banyak berawal dari keluarga: krisis karakter, kekerasan, intoleransi, lemahnya relasi, persoalan generasi muda, hingga kerusakan lingkungan.
Karena itu, keluarga tidak boleh hanya menjadi penerima program gereja. Keluarga harus menjadi pelaku misi gereja.
4. Pertanyaan penting untuk PGI/PGIW
Bagaimana kita mengubah Ecclesia Domestica dari sebuah konsep teologis menjadi sebuah gerakan nyata yang dapat dirasakan oleh keluarga-keluarga Kristen dan masyarakat?
Kemudian:
Bagaimana program-program gereja dapat saling terhubung sehingga pembinaan keluarga, pemuridan, pemuda, pemberdayaan ekonomi, perdamaian dan kepedulian lingkungan tidak berjalan sendiri-sendiri, tetapi menjadi satu gerakan gereja?
5. Penegasan pengalaman PGIW Sulselra
“Apa yang kami lakukan di PGIW Sulselra mungkin belum sempurna dan belum kami sebut sebagai sebuah gerakan Ecclesia Domestica. Tetapi ketika kami melihat kembali berbagai program yang telah kami susun dan laksanakan, kami menemukan bahwa sesungguhnya arah pelayanan tersebut sudah menuju kepada apa yang disebut dalam materi ini sebagai Ecclesia Domestica: membangun iman dalam keluarga, memperkuat ketahanan keluarga, membentuk generasi muda, membangun perdamaian, memberdayakan masyarakat dan merawat ciptaan.”
“Karena itu, tantangan kita ke depan bukan hanya membuat program baru, tetapi mengintegrasikan program-program yang sudah ada menjadi sebuah gerakan bersama yang berangkat dari keluarga dan berdampak bagi kehidupan bangsa".
Foto tambahan